Selasa, 15 November 2011

Novel Grey Sunflower

Judul         : Grey Sunflower
Pengarang   : Ruth Priscilia Angelina
Penerbit     : Gramedia Pustaka Utama

Novel ini bercerita tentang kisah cinta Louise, seorang gadis pecinta warna abu-abu dan bunga matahari. Sejak kelas 4 SD Louise sudah menyukai Davin. Begitu pula Davin, namun sayangnya mereka berdua tidak berani menyatakan perasaan mereka. Louise yang sangat-sangat mencintai Davin dan berusaha untuk melupakannya, memutuskan untuk mengambil Kursus Bahasa Inggris. Sewaktu selesai mengisi formulir pendaftaran bersama sahabatnya, Vita , Louise secara tidak sengaja bertemu dengan seorang lelaki tampan, bernama Gerard. Lama kelamaan mereka menjadi dekat. Namun, Louise yang cinta mati kepada Davin, tidak dapat dengan mudah melupakan Davin begitu saja, hingga pada suatu hari Gerard yang ternyata telah jatuh cinta kepada Louise menembak Louise, suatu kabar buruk datang. Davin masuk rumah sakit. Louise yang mendengar kabar itu menjadi panik dan berlari menuju rumah sakit tempat Davin dirawat ditemani  oleh Gerard. Sayangnya, hari itu pula Gerard mengetahui jawaban atas perasaannya, dia ditolak. Louise yang telah sampai di rumah sakit langsung menemui ibunya Davin. Dan akhirnya, terungkap bahwa Davin juga mencintai Louise, percintaan yang terjadi di antara keduanya sayangnya berlangsung sangat singkat, hanya 4 bulan, setelah itu Davin pergi meninggalkan Louise untuk selama-lamanya karena penyakit kanker otaknya. Selama 4 bulan itu, Louise setia menemani Davin, dan mereka berpacaran, Gerard juga demikian, selalu setia mendukung dan menemani Louise. Tepat ketika ulang tahun Louise(tanggal ulang tahun Louise dan Gerard jatuh pada tanggal yang sama), Davin meninggal karna penyakitnya yang gak disembuhkan lagi. Namun, Louise memutuskan untuk melarikan diri ke Belanda untuk membuka lembaran baru sejak kematian Davin, sekaligus melanjutkan kuliah Arsiteknya.
Louise tinggal bersama oma opanya yang tinggal di Belanda. Karena keputusannya, Louise meninggalkan ibunya, Vita sahabatnya, dan tentunya Gerard. Namun, takdir malah mempertemukan Louise dengan saudara kembarnya Davin, Ben. Ternyata, Davin telah menitipkan Louise untuk Ben. Dia berharap, Ben dapat menjaga dan mencintai Louise seumur hidupnya, karena Davin tahu hidupnya tak lama lagi. Hari-hari yang indah pun dilalui Louise dan Ben, sedikit demi sedikit keceriannya kembali. Begitu juga dengan Ben. Namun Ben memiliki kepribadian yang bertolak belakang – Davin seorang yang pendiam, sedangkan Ben seorang yang ceplas-ceplos –akhirnya jatuh cinta kepada Louise sesuai janjinya. Akhirnya, Louise dan Ben pun berpacaran. 2 tahun pun berlalu, namun ada sebuah ganjalan besar yang masih menyangkut di hati Louise, yaitu Gerard. Ia merindukan Gerard. Juga mencintainya, yang akhirnya perasaannya yang satu ini diketahuinya belakangan. Akhirnya setelah 3 tahun tidak bertemu dan lost contact dengan Gerard, akhirnya keduanya bertemu. Di Belanda. Louise mulai bimbang dengan perasaannya, ia tahu bahwa seringkali ia mencintai Ben bukan karena dia adalah Ben, tapi karena Louise melihatnya seperti Davin. Namun, karena rasa terima kasihnya yang begitu besar terhadap Ben, ia seperti enggan mengakui perasaannya. Tapi disisi lain, dia juga mencintai dan merindukan Gerard.
Akhirnya semuanya menjadi jelas ketika semua kebohongan mulai terungkap. Ternyata selama 3 tahun itu, Gerard yang akhirnya diketahui adalah kakak kandung tapi beda ayah dengan Davin dan Ben mengidap penyakit gagal ginjal yang cukup parah. Ben juga ternyata mengidap penyakit yang sama dengan adik kembarnya, kanker otak. Louise akhirnya mengakui pada Ben tentang perasaannya pada Gerard. Dan Ben pun tidak marah pada Louise, karna menurut Ben, Gerard lah yang pantas untuk Louise. Ternyata, setelah Ben mendonorkan ginjalnya untuk Gerard, Ben tahu bahwa ia menderita penyakit yang sama dengan Davin. Dan akhirnya Ben pun meninggal. Namun, semuanya berakhir bahagia, karna Ben telah mendonorkan gijalnya pada Gerard, sehingga Gerard sembuh. Louise mengakui perasaannya terhadap Gerard, dan ahirnya mereka menikah, ibu Gerard yang juga ibu Ben dan Davin, dimaafkan oleh Gerard. Endingnya berkisah tentang pernikahan Gerard dan Louise di gereja yang dibangun oleh Louise di Belanda yang dihadiri oleh orang-orang terkasih mereka. Dan mereka berdua tinggal dan hidup bahagia di rumah bekas rumahnya Ben, dengan dikelilingi oleh bunga matahari dan mempunyai anak yang mereka beri nama Davin dan Ben.. 

Tidak ada komentar: