Judul :
Grey Sunflower
Pengarang : Ruth Priscilia Angelina
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Pengarang : Ruth Priscilia Angelina
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Novel
ini bercerita tentang kisah cinta Louise, seorang gadis pecinta warna abu-abu
dan bunga matahari. Sejak kelas 4 SD Louise sudah menyukai Davin. Begitu pula
Davin, namun sayangnya mereka berdua tidak berani menyatakan perasaan mereka. Louise
yang sangat-sangat mencintai Davin dan berusaha untuk melupakannya, memutuskan
untuk mengambil Kursus Bahasa Inggris. Sewaktu selesai mengisi formulir
pendaftaran bersama sahabatnya, Vita , Louise secara tidak sengaja bertemu
dengan seorang lelaki tampan, bernama Gerard. Lama kelamaan mereka menjadi
dekat. Namun, Louise yang cinta mati kepada Davin, tidak dapat dengan mudah
melupakan Davin begitu saja, hingga pada suatu hari Gerard yang ternyata telah
jatuh cinta kepada Louise menembak Louise, suatu kabar buruk datang. Davin
masuk rumah sakit. Louise yang mendengar kabar itu menjadi panik dan berlari
menuju rumah sakit tempat Davin dirawat ditemani oleh Gerard. Sayangnya,
hari itu pula Gerard mengetahui jawaban atas perasaannya, dia ditolak. Louise
yang telah sampai di rumah sakit langsung menemui ibunya Davin. Dan akhirnya,
terungkap bahwa Davin juga mencintai Louise, percintaan yang terjadi di antara
keduanya sayangnya berlangsung sangat singkat, hanya 4 bulan, setelah itu Davin
pergi meninggalkan Louise untuk selama-lamanya karena penyakit kanker otaknya.
Selama 4 bulan itu, Louise setia menemani Davin, dan mereka berpacaran, Gerard
juga demikian, selalu setia mendukung dan menemani Louise. Tepat ketika ulang
tahun Louise(tanggal ulang tahun Louise dan Gerard jatuh pada tanggal yang
sama), Davin meninggal karna penyakitnya yang gak disembuhkan lagi. Namun,
Louise memutuskan untuk melarikan diri ke Belanda untuk membuka lembaran baru
sejak kematian Davin, sekaligus melanjutkan kuliah Arsiteknya.
Louise
tinggal bersama oma opanya yang tinggal di Belanda. Karena keputusannya, Louise
meninggalkan ibunya, Vita sahabatnya, dan tentunya Gerard. Namun, takdir malah
mempertemukan Louise dengan saudara kembarnya Davin, Ben. Ternyata, Davin telah
menitipkan Louise untuk Ben. Dia berharap, Ben dapat menjaga dan mencintai
Louise seumur hidupnya, karena Davin tahu hidupnya tak lama lagi. Hari-hari
yang indah pun dilalui Louise dan Ben, sedikit demi sedikit keceriannya
kembali. Begitu juga dengan Ben. Namun Ben memiliki kepribadian yang bertolak
belakang – Davin seorang yang pendiam, sedangkan Ben seorang yang ceplas-ceplos
–akhirnya jatuh cinta kepada Louise sesuai janjinya. Akhirnya, Louise dan Ben
pun berpacaran. 2 tahun pun berlalu, namun ada sebuah ganjalan besar yang masih
menyangkut di hati Louise, yaitu Gerard. Ia merindukan Gerard. Juga
mencintainya, yang akhirnya perasaannya yang satu ini diketahuinya belakangan.
Akhirnya setelah 3 tahun tidak bertemu dan lost contact dengan Gerard, akhirnya
keduanya bertemu. Di Belanda. Louise mulai bimbang dengan perasaannya, ia tahu
bahwa seringkali ia mencintai Ben bukan karena dia adalah Ben, tapi karena
Louise melihatnya seperti Davin. Namun, karena rasa terima kasihnya yang begitu
besar terhadap Ben, ia seperti enggan mengakui perasaannya. Tapi disisi lain, dia
juga mencintai dan merindukan Gerard.
Akhirnya
semuanya menjadi jelas ketika semua kebohongan mulai terungkap. Ternyata selama
3 tahun itu, Gerard yang akhirnya diketahui adalah kakak kandung tapi beda ayah
dengan Davin dan Ben mengidap penyakit gagal ginjal yang cukup parah. Ben juga
ternyata mengidap penyakit yang sama dengan adik kembarnya, kanker otak. Louise
akhirnya mengakui pada Ben tentang perasaannya pada Gerard. Dan Ben pun tidak
marah pada Louise, karna menurut Ben, Gerard lah yang pantas untuk Louise.
Ternyata, setelah Ben mendonorkan ginjalnya untuk Gerard, Ben tahu bahwa ia
menderita penyakit yang sama dengan Davin. Dan akhirnya Ben pun meninggal.
Namun, semuanya berakhir bahagia, karna Ben telah mendonorkan gijalnya pada
Gerard, sehingga Gerard sembuh. Louise mengakui perasaannya terhadap Gerard,
dan ahirnya mereka menikah, ibu Gerard yang juga ibu Ben dan Davin, dimaafkan
oleh Gerard. Endingnya berkisah tentang pernikahan Gerard dan Louise di gereja
yang dibangun oleh Louise di Belanda yang dihadiri oleh orang-orang terkasih
mereka. Dan mereka berdua tinggal dan hidup bahagia di rumah bekas rumahnya
Ben, dengan dikelilingi oleh bunga matahari dan mempunyai anak yang mereka beri
nama Davin dan Ben..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar